Sebuah Catatan Haru di Pesawat – Happy Mother Day

Hari ini saya belajar sesuatu dlm penerbangan saya kembali ke rumah. Dan saya berharap hal ini jg bs menginspirasi bagi yg membaca tulisan saya ini.

Berikut kisah singkatnya.

Hari ini setelah sekian hari menghabiskan waktu di Bogor dan Jakarta maka tibalah wktnya saya kembali ke kampung saya dgn penerbangan favorit saya yaitu Garuda. Biasanya saya tdk terlalu tertarik mengamati yg org lakukan dlm pesawat saat saya bepergian keluar kota. Seperti biasanya setelah saya duduk maka saya akan mengambil headset yg sdh disediakan di kursi dan bersiap memutar film yg tersedia di layar kursi saat video penjelasan ttg keselamatan penerbangan selesai diputar. Bahkan terkadang saya lebih sering menghabiskan wkt utk terlelap di kursi pesawat hingga pesawat mendarat.

Tapi hari ini ada pemandangan yg cukup menyita perhatian saya. Tepatnya di deretan bangku paling depan kelas bisnis ada seorang pria yg berdiri sambil mondar mandir ke kursi sebelahnya mengajak seseorang berbicara.

Saya memang tidak mendengar jelas apa yg mereka bicarakan, tp dari sorot mata pemuda yg berdiri tersebut menandakan dia benar2 pay attention pada seseorang yg dia ajak bicara.

Sambil terkadang pemuda tersebut merapikan selimut yg menyelimuti seseorang yg dia ajak bicara.

Saya makin penasaran dgn siapa yg dia ajak bicara. Tak lama terlihat tangan seorang ibu yg diinfus tampak dari balik selimut. Ya ternyata itu adalah seorang ibu yg cukup tua, itu bisa terlihat dari kerut tangan beliau dan rambutnya.

Lalu sesekali pemuda itu kembali duduk di kursinya yg berseberangan dgn ibu itu sambil menoleh. Tak lama dia kembali berdiri dan mengajak ibu tersebut bicara kembali sambil menaikan selimut yg dipakai ibu itu. Dari wajahnya terlihat sekali pemuda ini sangat perhatian sekali. Dan akhirnya mgkn utk memastikan ibu tadi baik2 saja, si pemuda akhirnya bertukar tempat duduk dgn pria lain di samping ibu itu.

Entahlah mungkin tebakan saya salah, tapi saya meyakini pemuda itu adalah anaknya.

Tiba2 saja saya lgsg teringat mama saya dirmh. Muncul pertanyaan di pikiran saya, ” Kapan terakhir kali saya lakukan hal semacam yg pemuda itu lakukan?”

Dan berasa flashback memori yg mengingatkan saya apa yg mama saya lakukan saat saya sakit. Beliau selalu khawatir dan ada disamping saya saat sakit sambil berdoa utk kesembuhan saya. Wow dan apa yg saya lakukan utk beliau msh belum sebanding dgn apa yg beliau lakukan utk saya.

Pikiran saya hny satu saat itu. Saya ingin segera sampai rmh dan memeluk erat mama saya. Saya ingin segera bilang terima kasih utk semuanya. Saya ingin ada disampingnya dan lebih perhatian lg pada beliau.

Terima ksh utk pemuda yg entah siapa dia. Tapi saya bljar bnyk dari dia. Semoga ibu tadi juga segera sembuh. Saya benar2 belajar cinta kasih hari ini.

Nah teman2. Pertanyaan juga utk kita semua. Kapan terakhir kali kita peluk mama dan papa kita? Jika sdh terlalu lama, maka segera lakukan itu. Kita tdk pernah tahu kapan kita bisa memeluk beliau lg. Jgn pernah menyesal saat engkau sdh kehilangan moment itu. Take your chance NOW

Saya sangat sadar saya bisa seperti ini karena doa mama saya. Thanks mom 🙂

#saya repost dari tulisan saya tgl 26 Juni 2015 dalam perjalanan pulang yg penuh rindu pd ibu

Semoga kita semua bisa membahagiakan ibu kita

Damai selalu besertamu sahabat,

Kristian Praba Raditya

Follow my IG : @YanPraditya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *